As Rich As Mark Zuckerberg: 99 Cara Cepat Menjadi Kaya Ala Mark Zuckerberg
Judul : As Rich As Mark Zuckerberg: 99 Cara Cepat Menjadi Kaya Ala Mark Zuckerberg
Penulis : Iin Susanto
Penulis : Iin Susanto
Harga : Rp. 45.000
Editor : Monica Anggen, Mira R.
Editor : Monica Anggen, Mira R.
Penata isi : Dua Sisi Studio
Desain kover : Artkringan Studio
Penerbit : PT Grasindo
Terbit : 2015
Tebal : 223 hlm.
ISBN : 9786023751334
Cara Memesan :
Klik gambar atau judul untuk melanjutkan pembelian
Terima kasih
Happy Shopping :)
Sinopsis :
Muda, kreatif, dan kaya raya, jadi tiga hal
yang mendefinisikan secara sederhana sosok seorang Mark Zuckerberg.;
Banyak orang yang ingin tahu "isi" kepala manusia fenomenal peraih
miliaran dolar pada usia yang masih muda itu. banyak orang juga ingin
meniru sepak terjangnya. Banyak orang ingin dapat menjadi kaya seperti
Mark Zuckerberg.
Memang tak ada cara instan atau cepat untuk menjadi kaya, terlebih sekaya miliarder yang satu ini. Namun, bukan berarti seseorang harus menjadi tua terlebih dahulu untuk menjadi kaya.
Pertanyaan atas semua kisah mengagumkan Zuckerberg hanyalah satu, apakah kita bisa seperti dia? Bisakah kita sekaya dia? Zuckerberg sendiri tak pernah secara tegas menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Yang dia lontarkan hanyalah, "Semua orang bisa belajar segala sesuatu."
Memang tak ada cara instan atau cepat untuk menjadi kaya, terlebih sekaya miliarder yang satu ini. Namun, bukan berarti seseorang harus menjadi tua terlebih dahulu untuk menjadi kaya.
Pertanyaan atas semua kisah mengagumkan Zuckerberg hanyalah satu, apakah kita bisa seperti dia? Bisakah kita sekaya dia? Zuckerberg sendiri tak pernah secara tegas menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Yang dia lontarkan hanyalah, "Semua orang bisa belajar segala sesuatu."
“Setiap orang bisa menjadi sangat cerdas atau memiliki
ketrampilan yang bisa diaplikasikan. Namun jika mereka tidak yakin pada
kemampuannya itu, mereka tidak akan berusaha keras.” –Mark Zuckerberg-
Jika biasanya kita mendengar kisah kesuksesan seseorang yang berasal
dari keluarga miskin atau sederhana, maka Mark Elliot Zuckerberg
bukanlah salah satunya. Mark bukan berasal dari keluarga kelas bawah.
Ayahnya, Edward Zuckerberg, adalah seorang dokter gigi yang sangat
sukses, sedangkan ibunya, Karen berprofesi sebagai psikiater. Profesi
orangtua yang sedemikian mentereng tentu membuat pria keturunan Yahudi
ini beserta ketiga saudara perempuannya hidup berkecukupan sejak kecil;
Walaupun termasuk anak orang kaya, Mark bukanlah anak yang manja. Dia
seorang pekerja keras. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih
nilai-nilai yang baik di sekolahnya. Ketika belajar di Ardsley High
School, dia sering mendapatkan penghargaan berkat nilai-nilai bagus yang
diperolehnya dalam bidang sains dan ilmu klasik.
Mark termasuk orang yang tidak gampang menyerah. Sejak kecil dia
kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Ya, dia merupakn seorang
penderita buta warna. Warna yang paling jelas dimatanya adalah warna
biru. Tidak heran biru menjadi warna dominan pada situs Facebook.
Meskipun kondisinya sulit membedakan dua warna tadi, hal itu tidak
membuatnya meneyrah dalam mempelajari sistem teknologi informasi.
Apalagi dia sudah tertarik dengan dunia pemrogaman sejak kecil.
Mark berhasil membuat program pertamanya, yang diberi nama ZuckNet,
ketika dia berusia 12 tahun. Melalui program buatan putranya ini, dokter
gigi Edward Zuckerberg bisa mengetahui ketika ada pasien datang ke
kliniknya hanya melalui komputer. Di usia 18 tahun, Mark telah menguasai
enam bahasa pemrogaman dan membuka jasa layanan program.
Mark membuat Facebook dengan navigasi yang sangat mudah bagi para
penggunanya, misalnya untuk mengirim pesan atau memasang foto. Lama
kelamaan, tidak hanya mahasiswa Harvard yang tertarik membuat akun di
situs ini melainkan juga orang luar, yang memiliki hubungan dengan para
mahasiswa Harvad. Hingga akhirnya para mahasiswa dari kampus lain juga
mengetahui situs ini dan tertarik untuk membuat akun di Facebook. Hal
ini tentu saja mengakibatkan Mark menjadi kewalahan. Dia pun meminta
bantuan kepada teman-temannya untuk mengembangkan situs pertemanan baru
tersebut.
Dalam waktu empat bulan, hampir satu juta orang Amerika Serikat
mendaftar di akun Facebook. Karena semakin sibuk, Mark memutuskan
berhenti kuliah. Dia lebih memilih berkonsentrasi mengembangkan
Facebook. Kini, pengguna Facebook sudah mencapai 70 juta orang dari
seluruh dunia.
Ada banyak hal lain yang bisa ditiru dari perjalanan sukses Mark
Zuckerberg. Jejak-jejak suksesnya hingga menjadi sekaya seperti sekarang
ini yang dicoba direkam dalam buku ini.
Dari 99 tema yang dibahas dalam buku ini tentang Mark Zuckerberg, ada beberapa yang menarik hati. Diantaranya adalah:
06. CUKUP SEDERHANA
Sesuatu ide memang sederhana, tetapi perwujudannya tidaklah
sesederhana itu. Ide yang sederhana kadang-kadang membutuhkan pemikiran
yang cukup rumit. Demi pengembangan Facebook di masa mendatang, Mark
juga sudah memiliki beberapa ide, yang saat ini masih terus dikembangkan
oleh timnya. Dan ide-ide baru itu tetap merupakan sesuatu yang sangat
sederhana, namun dibutuhkan banyak orang khususnya pengguna Facebook.
07. KERJAKAN SENDIRI
Ketika pertama kali membuat Facebook, Mark bekerja sama dengan ketiga
temannya dari Harvard University, yaitu Chris Hughes, Eduardo Saverin,
dan Dustin Moskovita. Mereka berkolaborasi menciptakan situs yang bisa
digunakan untuk saling berkomunikasi. Hanya mereka saja. Tidak pernah
ada orang lain yang direkrut. Semuanya hanya mengandalkan kemampuan dan
ketrampilan masing-masing. Kemandirian yang ditunjukkan Mark dan
teman-temannya inilah yang memastikan kualitas dari produk yang mereka
hasilkan. Siapa sangka, ketika sebuah ide dikerjakan sendiri, maka
ukuran berhasil atau tidaknya ide itu diwujudkan, tentu hanya yang
mempunyai ide yang bisa mengetahuinya. Ketika ide sudah berhasil
diwujudkan sendiri, barulah ditawarkan ke pasar.
11. TEKUN DENGAN PASSION
Menemukan passion dalam hidup adalah hal yang sangat penting. Dengan
menemukan passion maka kita bisa mendapatkan semangat dan energi luar
biasa untuk bisa mewujudkan ide-ide kita. Ide yang muncul dari sesuatu
yang diminati akan lebih mudah diwujudkan.
Tapi ada juga orang yang tidak tahu harus melakukan apa dengan
passionnya. Jika hal itu terjadi pada kita, ada baiknya jika kita
mengajak orang lain untuk bekerja sama. Apalagi kalau passion kita itu
berkaitan dengan bisnis. Ada orang yang mungkin tidak punya banyak ide,
namun dia tahu apa yang harus dilakukan dengan ide orang lain. Orang
seperti inilah yang bisa kita ajak kerjasama.
13. SIAP-SIAP MENERIMA KRITIK
Mark mengingatkan, kritik adalah hal pertama yang akan dihadapi
seorang pengusaha. Hal itu dialaminya ketika pertama kali
memproklamirkan diri sebagai CEO. Tidak perlu panik menghadapi kritik
karena selalu ada pihak yang tidak puas terhadap apa pun. Yang penting
segera mempersiapkan diri untuk memperbaiki semua kekurangan dan
kesalahn yang ditemukan. Kritik juga berguna untuk meminimalkan
pihak-pihak yang merasa tidak puas.
16. RAJIN BERAMAL
Beramal ternyata sesuai dengan misi yang dianut Mark. Ketika
mencetuskan ide membuat Facebook, yang ada di pikirannya adalah membuat
sesuatu yang bisa berguna bagi banyak orang. Kepentingan orang banyak
rupanya menjadi tujuan utama seorang Mark Zuckerberg. Oelh karena itu,
ketika sudah punya banyak uang karena kesuksesan Facebook, Mark tetap
pada tujuan utamanya. Dengan uang dan kesuksesannya, dia ingin
memberikan sesuatu yang berguna bagi banyak orang.
22. JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MENDIKTE KITA
Bagi Mark, tidak akan ada orang yang mau bekerja sama dengan orang
yang tidak punya ambisi. Hal itu hanya akan membuat seseorang tidak
dapat mencapai potensi terbaiknya. Mark memutuskan tidak berpikir
seperti orang-orang kebanyakan. Dia lebih memilih memikirkan sesuatu
yang berbeda, yang tentu saja berguna bagi banyak orang. Kebiasaaan
berpikir seperti ini akan membantu seseorang mengatasi semua hambatan
yang muncul.
36. BANYAK MEMBACA
Mark Zuckerberg sangat suka membaca. Di waktu senggangnya, selain
mengutak-atik program komputer, dia juga membaca buku. Begitu pula
sewaktu masih menjadi mahasiwa Harvard dan mengambil jurusan Psikologi,
jurusan yang mengharuskannya banyak membaca. Di sisi lain, membaca
membantunya mendapatkan banyak informasi sehingga kebiasaan membaca ini
berperan besar dalam usahanya mengembangkan Facebook hingga menjadi
sebesar sekarang. Untuk semakin meningkatkan kebiasaan membaca, pada
Januari 2015, Mark membuka Facebook page yang bernama A Years of A
Books. Melalui laman Facebook ini, Mark mengajak setiap orang untuk
membaca satu buku setiap minggu. Tidak perlu buku mengenai bisnis. Buku
apa saja, yang penting dapat memberi pencerahan mengenai keragaman
budaya dan kepercayaan.
48. BANGUN BISNIS YANG SESUAI DENGAN HOBI
Mark semula tidak berniat berbisnis. Dia hanya melakukan hobinya,
yaitu mengotak-atik program komputer. Setelah apa yang dilakukannya
berpotensi memberikan keuntungan secara finasial, barulah dia memikirkan
segi bisnisnya. Mark sangat tahu apa yang harus dilakukannya karena dia
melakukan hal yang menjadi hobinya. Jika seseorang sudah berkutat
dengan hobi maka dia akan sulit dihentikan.
52. CINTAI APA YANG DILAKUKAN
Mencintai pekerjaan dalah kunci sukses yang sangat penting. Seseorang
akan menjalankan tugasnya dengan baik hanya jika dia mencintai
pekerjaannya. Sama seperti orang yang sedang jatuh cinta, dia pasti
bersedia melakukan apa pun demi kekasihnya. Orang yang mencintai
pekerjaannya akan melakukan apa saja demi kemajuan dirinya, apa yang
sedang dikerjakan olehnya. Semua yang dilakukan Mark Zuckerberg karena
dia sangat mencintai Facebook. Semua hal dilakukannya demi kemajuan dan
kebaikan Facebook. Caranya bekerja, memilih karyawan, berinvestasi,
hingga mempromosikan Facebook, dilakukannya demi rasa cintanya pada
Facebook.
Posting Komentar